Tampilkan postingan dengan label Fbn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fbn. Tampilkan semua postingan

PRESIDEN SBY BERIKAN PENGHARGAAN KALPATARU KEPADA NP RAHADIAN,WARGA KOTA SERANG

Rabu, 09 Juni 2010


Jakarta,FBn (8/6)- Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganugerahkan Penghargaan Kalpataru Th 2010 kepada Np Rahadian,direktur LSM Rekonvasi Bumi,asal kota Serang,Banten,beserta 11 warga dan LSM pecinta lingkungan lainnya,di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/6).
Np Rahadian sendiri,menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden,dengan menggunakan pakaian adat Banten,dan nampak bangga saat memegang penghargaan dari Presiden tersebut.
Presiden SBY memberikan penghargaan Kalpataru kepada 12 penerima,dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010. Mereka yang menerima Kalpataru masing-masing Mateus Bere Bau (NTT), Mahyiddin (NAD), Kholifah (Jatim), Ujang Solikhin,Djohan Riduan Hasan (Pangkal Pinang).
Sedang Kalpataru kategori Pengabdi Lingkungan diberikan ke Yohanes Ebo SP (NTT), Sumadi (Jatim). Kategori Penyelamat Lingkungan LSM Pilihi Dairi, KPSA Puspita Hijau (Jatim), LSM Rekonvasi Bumi (Banten). Kategori Pembina Lingkungan Dra Endang Sulistyowati (Jatim), Prof Dr H Sudijono MSi.
Bersamaan dgn pemberian Kalpataru juga diberikan penghargaan adipura.
Dalam sambutannya,SBY mengatakan,bahwa seluruh penerima penghargaan Kalpataru adalah pahlawan,pejuang, dan pencinta lingkungan yang sejati.
"oleh karena itu,pertahankan dan tingkatkan prestasi yang Saudara raih,'' kata Presiden.
Ia juga mengatakan,para penerima penghargaan meski dicontoh oleh pejabat dan komunitas lain di Indonesia.
Usai menerima penghargaan dari Presiden SBY,NP Rahadian didampingi istri dan Kepala Dinas Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Serang,Anang Mulyana,mengatakan,meski dirinya merasa senang dan terharu,namun bukan berarti dirinya telah sukses bersama anggota LSM Rekonvasi Bumi lainnya,menyelamatkan lingkungan yang ada di Banten.
"Saya sebenarnya tidak menyangka LSM Rekonvasi Bumi mendapat pengahargaan Kalpataru dari pak Presiden,"kata Rahadian singkat.
Ia juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat,agar terus peduli terhadap lingkungan di Banten,dan menjaga kelestarian lingkunganyang dianugerahkan Allah kepada kita.
Np Rahadian adalah warga Kota Serang pertama,yang akan menerima Kalpataru,dan kedua di Banten,setelah pada tahun 2004,masyarakat Adat Baduy dari Desa Kanekes Provinsi Banten berhasil menjaga kawasan ulayat Baduy seluas 5,101 hektar dan menyelematkan 125 sumber mata air.
Penghargaan KALPATARU diberikan pada seseorang atau kelompok masyarakat yang telah menunjukkan kepeloporan dan memberikan sumbangsihnya di dalam memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup.
Sejak tahun 1980 sampai 2008 jumlah penerima penghargaan Kalpataru 252 orang/kelompok.
Penyerahan Kalpataru dilakukan oleh Presiden R.I. setiap tahun bertepatan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni. Pemberian penghargaan ini juga dimaksudkan sebagai salah satu insentif dan stimulus untuk memotivasi inisiatif lokal, serta diharapkan memberikan "multiflier effect" pada perorangan atau kelompok masyarakat di daerah lain untuk berbuat yang sama pada lingkungannya.
LSM Rekonvasi Bumi,adalah sebuah kelompok yang bergerak dalam jasa lingkungan,yang awalnya sekelompk masyarakat yang peduli terhadap lingkungan di Banten,yang semakin hari kian surut kelestariannya.
Visi Lembaga Masyarakat Rekonvasi Bhumi adalah mewujudkan bumi hijau dengan air, tanah dan udara yang sehat.
Sementara misi Lembaga Swadaya Masyarakat rekonvasi bhumi adalah membentuk tatanan masyarakat yang memandang penting Pengelolaan lingkungan hidup, sehingga bumi hijau, dengan air, tanah dan udara yang sehat dapat terwujud.(LLJ)
READ MORE - PRESIDEN SBY BERIKAN PENGHARGAAN KALPATARU KEPADA NP RAHADIAN,WARGA KOTA SERANG

SEORANG WARGA KOTA SERANG BANTEN, TERIMA KALPATARU DARI PRESIDEN SBY

Selasa, 08 Juni 2010


Serang,FBn (7/6) - Np Rahadian,warga Kota Serang,direktur LSM Rekonvasi Bhumi,Selasa (8/6) besok,akan menerima penghargaan KALPATARU dari Presiden Inonesia,Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara Jakarta.
Np Rahadian warga Kota Serang pertama dan kedua di Banten,yang akan menerima penghargaan tahunan dari pemerintah RI mewakili LSM Rekonvasi Bhumi dalam Kategori Penyelamat Lingkungan di Provinsi Banten.
Saat dihubungi,Np Rahadian mengatakan,bahwa dirinya didampingi Kepala Dinas Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Serang,Anang Mulyana akan menerima langsung dari Presiden SBY di Istana Negara Jakarta.
"Ini bukan saya yang mendapat penghargaan Kalpataru,tapi Rekonvasi Bhumi," katanya.
Np Rahadian adalah warga Kota Serang pertama,yang akan menerima Kalpataru,dan kedua di Banten,setelah pada tahun 2004,masyarakat Adat Baduy dari Desa Kanekes Provinsi Banten berhasil menjaga kawasan ulayat Baduy seluas 5,101 hektar dan menyelematkan 125 sumber mata air.
Penghargaan KALPATARU diberikan pada seseorang atau kelompok masyarakat yang telah menunjukkan kepeloporan dan memberikan sumbangsihnya di dalam memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup.
Sejak tahun 1980 sampai 2008 jumlah penerima penghargaan Kalpataru 252 orang/kelompok.
Penyerahan Kalpataru dilakukan oleh Presiden R.I. setiap tahun bertepatan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni. Pemberian penghargaan ini juga dimaksudkan sebagai salah satu insentif dan stimulus untuk memotivasi inisiatif lokal, serta diharapkan memberikan "multiflier effect" pada perorangan atau kelompok masyarakat di daerah lain untuk berbuat yang sama pada lingkungannya.
Berdasarkan SK Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 113 Tahun 2010, tentang penerima Penghargaan Kalpataru 2010, yaitu:

1. Kategori Perintis Lingkungan, terdiri dari:
Djohan Riduan Hasan - Kota Pangkal Pinang Provinsi Kep. Bangka Belitung;
Mateus Bere Bau - Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur;
Kholifah - Kota Sabang Provinsi Nangroe Aceh Daeussalam
Ujang Solikhin - Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat

2. Kategori Pengabdi Lingkungan, terdiri dari:
Yohanes Ebo., SP - Kab. Flores Timur Prov. NTT
Sumadi - Kab. Nganjuk Provinsi Jawa Timur;

3. Kategori Penyelamat Lingkungan, terdiri dari:
LSM. PILIHI Dairi - Kab. Dairi Prov. Sumut
KPSA Puspita Hijau - Kab. Bondowoso Provinsi Jawa Timur;
LSM. Rekonvasi Bhumi - Kota. Serang Prov. Banten

4. Kategori Pembina Lingkungan, terdiri dari:
Dra. Endang Sulistyowati - Kab. Probolinggo Prov. Jawa Timur
Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmojo., MSi - Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.(LLJ)
READ MORE - SEORANG WARGA KOTA SERANG BANTEN, TERIMA KALPATARU DARI PRESIDEN SBY

MAYAT TANPA IDENTITAS DITEMUKAN DI DEPAN SD

Senin, 07 Juni 2010


PANDEGLANG, FBn, (6/6)---Pria tanpa identitas yang diperkirakan berusia 15 tahun, Minggu (6/6) pagi, ditemukan tewas mengenaskan di halaman SDN 3 Sukasari, tepatnya di Kampung Kadu Kupa, Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari, Pandeglang, Banten. Saat ditemukan pemuda ABG itu terdepat luka gorokan dileher serta kedua tangan terikat kain sarung. Polsek Menes yang menangani kasus ini masih mencari identitas korban dan pelaku pembunuhan.

Pertama kali mayat pemuda malang tersebut ditemukan oleh pengendara motor yang tidak diketahui identitasnya. “Saya mendengar suara teriakan. Pas saya mendatangi asal suara, ternyata ada pengendara motor yang pergi dari halaman sekolah,” tutur Asmali, 42, Ketua RT setempat. Asmali mengaku saat itu sedang memberi makan ayam ternaknya di rumahnya yang tak jauh dari gedung sekolah.

Asmali tak mengira kalau dirinya akan menemukan mayat. Begitu sampai dihalaman sekolah, Asmali terperanjat melihat sosok mayat tergeletak dengan kondisi luka gorokan dileher serta tangan terikat. Melihat pemandangan yang mengerikan itu, dia pun kemudian memberitahukan penemuannya itu kepada warga setempat, termasuk melaporkannya ke pihak kepolisian Mapolsek Menes.

Kapolsek Menes, Iptu Arisandi, ketika dikonfirmasi membenarkan, adanya penemuan sosok mayat korban pembunuhan. Namun Arisandi mengaku belum mengetahui identitas korban. “Umurnya sekitar 15 hingga 17 tahun. Ketika ditemukan tangannya terikat dan lehernya terdapat luka bekas sayatan,” ujar Arisandi seraya mengatakan mayat menggunakan kaos dan celana hita .

Iptu Arisandi membenarkan, sebelum mayat korban ditemukan, Asmali yang pertama kali menemukan mayat tersebut, melihat dan mendengar teriakan di TKP tempat korban ditemukan. Dimana, saat itu saksi melihat dua orang pengendara motor di TKP yang kemudian langsung tancap gas.

“Tidak menutup kemungkinan dua pengendara motor itu, merupakan pelakuknya yang sengaja membuang mayat korban di TKP, dan itu patut di curigai. Meski demikian itu baru dugaan sementara kami,” paparnya. (FBn)
READ MORE - MAYAT TANPA IDENTITAS DITEMUKAN DI DEPAN SD

Pengadilan Jerman Larang Siswa Muslim Sholat di Sekolahan

Minggu, 06 Juni 2010


FBn - Pengadilan Jerman telah menolak tuntutan hukum oleh seorang siswa muslim berusia 16 tahun untuk menggunakan haknya melakukan peribadahan di sekolahnya.

Pengadilan di Berlin memutuskan pada hari Kamis terhadap tuntutan Yunis untuk melakukan sembahnyang. Dengan beralasan bahwa tindakan pemuda itu bisa merusak ketenangan sekolahan dan penyalahgunaan hak pelajar di lingkungan pendidikan, demikian laporan reuters.

Pemeliharaan ketenangan lingkungan sekolah lebih diutamakan dari hak sis tersebut dalam melakukan peribadahan, kata pengadilan tersebut.

"Ritual ibadah Islam memiliki karakter demonstratif dan berfungsi sebagai kontrol sosial," kata seorang pejabat Senat Berlin mendukung putusan itu.

"Ini adalah hari yang baik untuk sekolah Berlin," kata direktur sekolah Brigitte Burchardt setelah putusan dibacakan.

Dia mengatakan keputusan akan mengurangi potensi konflik yang mungkin timbul di sekolah.
Tahun lalu murid tersebut awalnya diberi hak untuk sembahyang sekali sehari di sekolah yang sama.

Namun, pengadilan tingkat tinggi di Berlin membatalkan keputusan tersebut.

Sebuah ironi bagi negara Eropa, dalam hal ini Jerman, yang menyebut diri mereka sebagai pembela HAM, tetapi melakukan pelanggaran HAM dengan melarang seorang siswa muslim untuk sekedar sembahyang.

[muslimdaily.net/ptv] llj
READ MORE - Pengadilan Jerman Larang Siswa Muslim Sholat di Sekolahan

Jasa Lingkungan di DAS Cidanau Berlanjut

Jumat, 04 Juni 2010

Serang, FBn. 03/06/2010
Kelompok Tani Hutan Rakyat di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau bisa berharap untuk kembali memperoleh pembayaran atas upaya yang mereka lakukan dalam mempertahankan tegakan tanaman di atas lahan milik mereka.

Pada hari Rabu (2/6/2010) yang lalu Mohammad Balbeid Direktur Utama PT. Krakatau Tirta Industri, didampingi oleh Ari Stuali Direktur Operasi dan Rustianto Direktur Pengembangan Usaha, telah menyepakati pembayaran jasa lingkungan untuk jenis sumber daya air sebesar Rp. 250 juta per tahun, dengan jangka waktu 5 tahun ke depan dalam acara negosiasi dengan Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC), yang diwakili oleh np. RAHADIAN Direktur Eksekutif LSM Rekonvasi Bhumi selaku Sekretaris FKDC, Hardono Kepala Bidang Kehutanan Dinas Pertanian Kabupaten Serang selaku Koordinator Bidang Pengelolaan Jasa Lingkungan dan Utang Abdul Madjid Kepala Stasion BP DAS Citarum Ciliwung selaku anggota Bidang Pengelolaan Jasa Lingkungan FKDC.

Dalam sambutannya Direktur Utama KTI meminta FKDC untuk secara optimal mengembangkan jasa lingkungan di DAS Cidanau, yang diharapkan tidak saja mampu memberikan perlindungan pada ketersediaan dan keberlanjutan supplai air baku bagi KTI, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya anggota kelompok tani hutan rakyat di DAS Cidanau.

Sementara itu dalam sambutannya np. RAHADIAN, memberikan apresiasi terhadap kesediaan KTI untuk membayar jasa lingkungan secara sukarela, sehingga implementasi konsep hubungan hulu hilir dengan mekanisme transaksi jasa lingkungan di DAS Cidanau dalam kurun waktu 5 tahun (2004-2009) terakhir, dianggap berhasil oleh banyak pihak dan menjadi tempat belajar forum-forum DAS dari berbagai wilayah di Indoensia, Disamping menjadi landasan anggota kelompok tani hutan rakyat, untuk mengembangkan berbagai potensi sumber daya alam yang mereka miliki untuk peningkatan kesejahteraan.

Dalam kesempatan acara negosiasi yang tidak dihadiri oleh Kepala BLHD Banten selaku Ketua FKDC tersebut, sehingga mengakibatkan tertundanya penanda-tanganan perjanjian pembayaran jasa lingkungan. Juga melahirkan pandangan dan kebutuhan perlunya perhatian dan dukungan yang lebih serius dari pemerintah untuk memperkuat proses yang sudah ada. Dengan demikian FKDC dan jasa lingkungannya yang sudah begitu dikenal di Indoensia, benar-benar menjadi contoh sinergitas para pihak (pemerintah, sektor swasta dan lsm) dalam upaya pengelolaan DAS, dengan berlandaskan konsep one river, one plan dan one
READ MORE - Jasa Lingkungan di DAS Cidanau Berlanjut

TERBENTUR BIAYA,SEMIFINALIS KOMPETISI MIPA SLTP SE-BANTEN,BERHENTI SEKOLAH

Minggu, 23 Mei 2010

Serang,FBn (23/5)- Subiyantoro (15),siswa SMP 8 Walantaka KOta Serang,semifinalis kompetisi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) SLTP se-Banten tahun 2010,putra pasangan Suba'i dan Supriah,buruh tani,warga Kampung Simangu Desa Pager Agung Kecamatan Walantaka Kota Serang Provinsi Banten,terpaksa tidak melanjutkan sekolah,karena terbentur biaya.
Subi yang sering jalan kaki ke sekolah sepanjang 5 km dan jauar ke-3 Olimpiade Sains - Fisika se Kota Serang,mengharapkan bantuan dari pihak manapun,agar isa melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 Ciruas Kota Serang.
"sebenarnya saya sih,pengen anak saya melanjutkan ke SMA,tapi biaya dari mana," kata Supriah,saat ditemui di rumahnya,Minggu (23/5).
Supriah mengaku,dengan kondisi suaminya yang sudah 12 tahun sakit dan tidak bisa bekerja,serta dirinya sebagai buruh tani berpenghasilan Rp15 ribu per hari,terpaksa menghentikan keinginan anaknya melanjutkan sekolah ke SMA.
Sementara,Subi,panggilan akrab Subiyantoro,mengatakan,dirinya dengan sangat berat hati,mengburkan impiannya menjadi ahli matematika dan Fisika,sebab kondisi keuangan keluarganya yang tidak memungkinkan dirinya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Subi juga mengaku,dirinya mendapat beasiswa dari SMA Prisma,sebesar 50 persen dari total biaya yang harus dibayar selama sekolah di SMA Prisma.
Namun,beasiswa tersebut oleh dirinya dan keluarganya ditolak,selain tidak mampu membayar sebesar 50 persennya,juga jarak dari rumah ke SMA Prisma sangat jauh.
Bahkan,selama tiga tahun pergi ke sekolah dari rumahnya yang berjarak sekitar 5km,dirinya tak jarang berjalan kaki,dikarenakan tidak mempunyai uang untuk naik ojeg.
"Namun setelah dapat sepedah dari sekolah,dana dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah) saya tidak jalan kaki.Tapi kalau sepeda rusak,jalan kaki lagi," kata Subi.
Subi juga bercerita,dirinya juga pernah merebut juara ke-3 pada Olimpiade Sains - Fisika se Kota Serang.
Selain itu,selama sekolah di SMP 8 walantaka Kota Serang,dirinya selalu mendapat rangking,kalau tidak peringkat pertama dia mendapat peringkat dua.
"Kalau waktu SD sih,saya selama enam tahun selalu juara,makanya saya di SMP 8 juga gratis,tidak membayar apapun," terangnya.
Saat FBn melihat hasil Ujian Akhir Sekolah (UAS),rata-rata nilainya diatas 8,bahkan nilai matematika Subi,9,75,sementara untuk IPA 9.00.
Ia berharap sekali bisa sekolah ke SMA yang diidamkannya,yakni SMA Negeri Ciruas,selain dinilainya SMAN tersebut idamannya,juga tidak terlalu jauh jarak tempuh dari rumahnya.
Oleh karena itu,ia berharap,uluran tangan dari pihak manapun,agar bisa melanjutkan sekolah ke SMA dan bisa menjadi seorang ahli Fisika.(LLJ)
READ MORE - TERBENTUR BIAYA,SEMIFINALIS KOMPETISI MIPA SLTP SE-BANTEN,BERHENTI SEKOLAH

 
 
 

Sekitar Piala Dunia 2010

Sekitar Piala Dunia 2010
Brazil Trauma Masa

Labels